Beranda News Prosesor 10 Core Intel Menyasar “Gamer” Dan Kreator Konten

Prosesor 10 Core Intel Menyasar “Gamer” Dan Kreator Konten

TAIPEI, KOMPAS.com — Intel mengumumkan peluncuran prosesor 10 core dalam Computex 2016 Taipei, Selasa (31/5/2016). Produk ini diklaim bakal memuaskan para pemain game profesional dan content-creator.

“Kami perkenalkan Intel Core i7 Extreme Edition, prosesor paling bertenaga yang pernah dikeluarkan Intel untuk komputer desktop,” kata Corporate Vice President General Manager Client Computing Group Intel Corporation, Navin Shenoy, Selasa.

Inovasi untuk “otak” komputer ini, ungkap Navin, berawal dari kesadaran bahwa saat ini ada kebutuhan pemakaian multitasking untuk penggunaan beragam aplikasi pada satu waktu. Terlebih lagi, lanjut Navin, ada pula aplikasi yang memang memiliki spesifikasi data besar, seperti pembuatan materi visual.

Dalam Keynote Intel di hajatan Computex 2016 Taipei yang dihadiri wartawan Kompas.com, Palupi Annisa Auliani, Navin menjelaskan untuk siapa prosesor dengan 10 core/inti pemrosesan itu dibuat.

Menyasar gamer dan kreator konten

Prosesor tersebut, kata Navin, antara lain diperuntukkan bagi para gamer kelas berat. Bagi para gamer, permainan telah menjadi sarana untuk percakapan virtual dan interaksi laiknya menggunakan aplikasi chat atau media sosial, selain spesifikasi game yang juga sudah semakin tinggi.

Bersamaan, prosesor terbaru keluaran Intel ini diharapkan membantu para pembuat konten untuk mewujudkan “khayalan” menjadi kenyataan. Sebut saja misalnya untuk membuat adegan film dengan dua lokasi pengambilan gambar pada satu waktu yang lalu muncul dalam satu layar secara bersamaan.

KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Intel Core i7 Processor Extreme Edition

Kemampuan Intel Core i7 Processor Extreme Edition diklaim telah mengakomodasi kebutuhan virtual reality 360 derajat, grafis beresolusi 4K, advanced color grading, dan juga teknik holografik.

Navin juga memperlihatkan sebuah laptop yang sudah memasang prosesor 10 Core Intel. Menurut dia, laptop-laptop tersebut akan segera meluncur ke pasaran dalam waktu dekat.

Fitur-fitur

Dengan peluncuran prosesor terbaru ini, “keluarga” Intel Core i7 Processor kini memiliki empat anggota. Mereka hadir dalam tiga pilihan spesifikasi dengan core berjenjang dari 6 sampai 10. Rinciannya seperti pada tabel berikut:

Dok Intel Tabel spesifikasi Intel Core i7 Processor Extreme Edition.

Sebagai tambahan, Intel Core i7 Extreme Edition membenamkan pula teknologi Turbo Boost Max Technology 3.0. Aplikasi ini diklaim dapat menaikkan kinerja prosesor hingga 15 persen. Kabar baik lainnya, prosesor ini juga masih bisa di-overclock.

Selain itu, Intel Core i7 Extreme Edition juga diklaim menaikkan performa hingga 35 persen untuk proses rendering dalam pekerjaan konten visual, termasuk dalam penggarapan multiple 4K video.

“Ini adalah prosesor untuk (konsumen) enthusiasts,” tegas Navin.  Prosesor ini, kata dia, membantu memaksimalkan waktu untuk proses kreatif.

Selain itu, Intel Core i7 Extreme Edition juga memungkinkan koneksi langsung dengan teknologi Thunderbolt 3.0.

Belum lagi, Intel Smart Cache hingga 25 MB dan quad channel memory di prosesor ini memungkinkan peningkatan kemampuan respons sekaligus memangkas waktu untuk memulai (startup time) akses ke data dan aplikasi berukuran besar.

KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI Intel Core i7 Processor Extreme Edition, prosesor tercepat untuk komputer dekstop

Corporate Vice President General Manager Desktop Cliet Platform Group Intel Corporate, Gregory Bryant, menegaskan Intel tak akan mempersoalkan orang-orang yang mempertanyakan apa pentingnya “core” sebegitu banyak di dalam prosesor.

“Ini memang untuk pasar para enthusiasts, bukan pasar awam,” tegas Gregory, dalam diskusi terpisah selepas sesi Keynote Intel.

Pada tataran pengguna seperti itu, lanjut Gregory, harga bukan lagi topik yang relevan. Terlebih lagi, ujar dia, pasar untuk game profesional pada 2015 juga tercatat tumbuh 20 persen, belum lagi soal kebutuhan pembuatan konten.

“Prosesor berinti banyak adalah hasil dari identifikasi kebutuhan pasar, berdasarkan identifikasi juga atas kemampuan pabrik memproduksi core dalam prosesor,” timpal General Manager Desktop Product Line Management Dekstop Client Platform, Anand Srivatsa.
Sumber: http://tekno.kompas.com

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.