Beranda News Surat Pertama Singkap Masa Depan Google

Surat Pertama Singkap Masa Depan Google

KOMPAS.com – Tiap tahun, pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin menulis blog yang menjadi layaknya surat terbuka untuk para pemegang saham. Dinamai Founder’s Letter, blog itu berisi rangkuman hal yang dilakukan Google selama setahun, serta visi perusahaan di masa depan.

Tahun ini, Page dan Brin tak lagi menulis di Founder’s Letter. Mereka menyerahkan tongkat estafet tersebut ke CEO Google, Sundar Pichai.

Jika ditilik dari esensi namanya, seharusnya Founder’s Letter diubah menjadi CEO’s Letter. Tapi yang terpenting bukan soal nama, melainkan esensi isi surat tahunan tersebut.

Berikut beberapa poin yang disinggung Pichai pada surat tahunan pertamanya, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Rabu (3/5/2016) dari GoogleBlog.

Informasi untuk semua orang.

Menurut Pichai, salah satu alasan dibentuknya perusahaan induk Alphabet adalah untuk meruncingkan fokus bisnis Google. Sebagai mesin pencari, Google ingin menjadi platform utama bagi masyarakat untuk mendapatkan semua informasi di dunia ini.

Untuk itu, Google berupaya mengembangkan sistem pencarian yang lebih memudahkan netizen, baik via komputer maupun mobile. Antarmukanya dibuat lebih ramah pengguna, semua informasi (teks, gambar, dan video) dikategorikan dengan rapi.

Pichai mengklaim pencarian menggunakan perintah suara alias voice command juga meningkat. Maka tak ada lagi hambatan bagi netizen untuk mencari informasi secepat mungkin. Jika terlalu malas untuk mengetik, pengguna cukup bersuara untuk mengulik informasi yang dibutuhkan.

Ke depan, Google menargetkan sistem pencarian yang lebih memahami konteks, situasi, dan kebutuhan pengguna. Tentu saja, hal-hal itu dilakukan dengan tetap menghormati hak privasi pengguna.

Kekuatan machine learning dan artificial intelligence (AI)

Menurut Pichai, kunci utama dari semua kecanggihan teknologi yang ditawarkan Google adalah machine learning dan AI. Dua elemen teknologi tersebut kurang lebih berfungsi mempelajari manusia, merumuskan pola perilaku manusia, dan bersikap seakan-akan seperti manusia.

Machine learning dan AI memungkinkan pengguna memakai perintah suara untuk mencari informasi, menerjemahkan situs berbahasa A ke bahasa B, menyaring spam dari email, dan menuntaskan masalah-masalah lain di kehidupan masyarakat modern.

Maret lalu, tim Google menggodok sebuah program yang diproyeksikan mampu mengalahkan gamer profesional dengan teknik bermain paling ruwet sekalipun. Implikasinya adalah revolusi di dunia game.

Komputer tak akan lagi jadi lawan game yang membosankan. Kemampuannya toh bakal sama dengan manusia.

AI juga ditargetkan akan membantu manusia menyelesaikan pekerjaan rumah, bahkan turut menanggulangi perubahan iklim dan penyembuhan kanker.

Sumber: http://tekno.kompas.com

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.